Keren Kerontang

Sebagai pengguna jasa angkutan umum kereta Commuter Line, sudah tentu bukan hal baru lagi di setiap perjalanan jika sering mendengarkan atau melihat berbagai jenis iklan yang wara-wiri ditampilkan pada layar yang disediakan di dalam kereta.

Iklan yang sering terpampang di sana, jika Saya tidak salah ingat selalu berkaitan tentang fakta kesehatan, fakta hari ini (biasanya tentang tokoh-tokoh yang lahir pada hari tersebut), dan kadang trailer film juga tayang di sana.

Dan entah sejak kapan, ada satu iklan yang untuk Saya pribadi, cukup “mengganggu”, menarik perhatian, dan membuat penasaran, karena iklan tersebut menyebut kata “kerontang” dengan dinyanyikan.

Awal Saya dengar, Saya pikir “kering kerontang”. Yang terlintas dibenak Saya saat itu, “Apaan? Kering kerontang? lagu apaan sih?“. Seketika itu juga Saya langsung memerhatikan layar dan mengoreksi pendengaran Saya bahwa yang benar adalah keren kerontang dan itu merupakan tagline (mungkin), yang sekarang diusung oleh Ramayana.

Di awal, video tersebut menampilkan sebuah keluarga yang memiliki style fashion kuno, sekitar style era tahun 80-90an, didukung pula dengan editing tampilan gambar yang membangun suasana dengan masa itu. Serta, diperlihatkan bahwa Si Ibu masih mengusung tatanan rambut dengan sasak yang tinggi, pun dengan anak laki-lakinya yang memiliki style rambut belah tengah klimis.

Dan tentu pada bagian akhir, sebagaimana dapat ditebak keluarga tersebut akhirnya “keluar” dari style kerontangnya dengan mengenakan pakaian yang mereka beli dari Ramayana Departement Store.

Jujur saja, Saya salute dengan idenya, apalagi di Bulan Ramadan ini, pasti sudah ada orang-orang yang menyiapkan dana khusus untuk membeli pakaian baru, dan tidak menutup kemungkinan iklan ini dapat mendongkrak angka pencapaian penjualan. Iklan Keren Kerontang ini berbeda jauh dari iklan-iklan produksi Ramayana sebelumnya, yang biasanya menampilkan keluarga Mandra yang berbelanja di Ramayana kemudian ternyata mereka mendapatkan potongan harga hingga 70%. Apalagi, pesaing terdekat mereka Matahari Departement Store sepertinya hingga saat ini belum mengambil langkah untuk membuat suatu “gebrakan” semacam ini.

“Keren Hak Segala Bangsa”

Saya setuju untuk menjadi keren adalah hak segala bangsa tetapi, iklan Ramayana ini sungguh mengganggu kinerja otak Saya. Saya merasa mengalami hal yang Saya sebut sebagai halusinasi audio. Seolah-olah Saya selalu mendengar:

Keren kerontang harus dihindari

Keren kerontang harus didandani

Keren kerontang tak boleh terjadi…..

Ramayana

Dengan hal demikian yang terjadi ke pada Saya -dan sebagian orang lainnya-, ini membuktikan bahwa iklan Ramayana ini sukses masuk ke alam bawah sadar bagi orang-orang yang sering mendengarkannya, khususnya para pengguna transportasi KRL Communter Line dan hingga saat tulisan ini Saya buat iklan tersebut masih “terpampang nyata” di Commuter Line. Selama itu juga, Saya harus bersahabat dengan iklan ini selama perjalanan.

Ini nih, iklan yang mengganggu hari-hari Saya saat ini.

 https://youtu.be/Gd4r_ggJ4Ww

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s