DKI Jakarta setelah Pilkada

credit picture: DetikNews

Seminggu yang lalu pilkada jakarta telah berlangsung dengan baik. Walaupun masih saja harus diadakan pemungutan suara ulang di beberapa TPS. Namun, berdasarkan hasil hitung cepat (quick count), ada / tidaknya pemungutan suara ulang tidak akan memengaruhi hasil akhir secara signifikan.

Meskipun pilkada kini telah usai, hingar bingar dari para relawan paslon masih saja menjadi buah bibir. Baru-baru ini, masyarakat, yang disinyalir sebagai pendukung paslon Badja, memenuhi halaman Balai Kota Jakarta dengan karangan bunga yang ditujukan sebagai ungkapan terima kasih ke pada Basuki Tjahaya Purnama dan Djarot Saiful Hidayat atas kepemimpinan mereka selama kurang lebih 3,5 tahun di Jakarta dan akan berakhir pada bulan Oktober untuk kemudian dilanjutkan oleh kepemimpinan baru dengan pasangan Anies-Sandi.

Tindakan ini menarik perhatian banyak pihak dan tersirat makna bahwa masyarakat tidak akan melupakan kontribusi duet pasangan ini atas kinerja yang terlaksana. Tentunya juga terlihat bahwa betapa loyalnya mereka pada pasangan ini.

Di lain kesempatan, pada pihak Anies-Sandi ada Pandji Pragiwaksono yang telah lebih dulu mengadakan dialog terbuka pada 21 April 2017.

Dialog terbuka ini, dihadiri tidak hanya oleh simpatisan pasangan Anies-Sandi, tetapi juga ada dari pasangan Badja yang sekaligus merupakan follower Pandji. Pada tayangan Live Video di Facebook ini, Pandji banyak membongkar strategi apa saja yang telah ia dan timnya lakukan untuk dapat memenangkan pasangan Anies-Sandi, terutama dari sisi media pemasaran yang menjadi bagiannya. Bahkan, Pandji turut mengungkapkan bahwa di awal-awal Ia bergabung, Ia banyak mengalami ketidakcocokan dengan timses yang berasal dari partai.

Ia menceritakan kembali pertemuan pertama dengan timses dari sebuah partai yang kala itu dimediasi oleh Anies Baswedan,

“Waktu ketemu, kayak suami istri udah pisah ranjang terus ketemu sama konsultan pernikahan.”

Dialog ini berlangsung seru, masing-masing pihak mengeluarkan apa saja yang mereka rasakan selama masa pilkada DKI Jakarta. Dan terlihat saling mengapresiasi atas hal-hal yang telah dilakukan. Pihak ahok yang mengakui kesolidan-totalitas timses Anies-Sandi dan pihak Pandji yang kagum dengan banyaknya teman Ahok yang terus berjibaku mulai dari pengumpulan KTP hingga masa kampanye usai.

Dua peristiwa ini hanyalah sebagian warna yang turut hadir setelah pilkada usai. Masih banyak warna lain yang menunggu untuk mengisi masa setelah kampanye hingga nanti muncul masa kampanye yang baru (Pilpres?).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s