Gongso Semarang

Kalau biasanya Saya memenuhi blog dengan tulisan-tulisan berupa curhatan nggak jelas randomly, maka kali ini Saya akan coba serius untuk mengulas salah satu menu makanan yang berada di Semarang. *cekidot

Saya tahu menu makanan ini di saat tengah menempuh pendidikan di salah satu universitas negeri di Kota Semarang, Tembalang. Sebut saja U.N.D.I.P *hehe. Awalnya Saya anti dengan makanan ini karena terdapat kata ‘babat’ yang sering Saya jumpai setelah kata ‘gongso’. Gongso Semarang ini memang terkenal dengan babat sebagai bahan utamanya. Jadi, yang terlintas dipikiran Saya adalah mungkin itu salah satu varian dari soto.

Well, saudara-saudara… Salah Besar. Saya SALAH BESAR. Begitulah Saya kalau sedang Sok Tahu. Benar pepatah mengatakan, Tak Kenal Maka Tak Sayang… *Makanya Kita Kenalan Yok!

Singkat cerita, Saya akhirnya mencoba menu makanan ini. Gongso sendiri memiliki beberapa varian yang dapat kita pilih, jadi tidak melulu soal babat. *hehe thanks God

Pastinya ada gongso babat, kemudian gongso ayam, gongso telur, dan gongso bakso (*ini varian yang biasanya Saya jumpai). Kalau mau dimix juga bisa, seperti gongso ayam-telur, gongso ayam-bakso, dsb. Dikonfirmasikan saja ketika pemesanan ingin gongso apa, tetapi sudah pasti harganya berbeda antara yang dicampur dengan yang tidak. Untuk campurannya biasanya ditambah dengan sayuran, seperti sawi (putih/hijau).

Kalau mengenai rasa, ketika memakannya, yang pertama kali dirasakan adalah adanya rasa manis dari kecap yang menjadi salah satu bumbu gongso. Selain itu, juga ada lada dan bawang putih, serta juga terasa penggunaan cabai yang dihaluskan. Kalau memang menyukai rasa pedas, maka cabai yang dimasukkan dapat ditambahkan.

Biasanya, gongso ini ada dua macam penyajiannya berkuah dan kering. Untuk yang kering penyajiannya ada yang menambahkan irisan tomat dan timun sebagai dressing. Secara umum makanan ini dapat diterima oleh lidah banyak orang. Jadi, jangan mengira kalau rasa makanan ini hanya manis.

Selama Saya kuliah di Semarang ini, ada dua tempat yang menurut Saya recommended untuk soal rasa dan harga, Gongso Mbak Endang dan Gongso Mbak Rosa. Sayangnya, Gongso Mbak Rosa ini di akhir tahun Saya kuliah di sana tutup, tidak jelas alasannya, padahal dari sedaerah Tembalang gongso ini yang paling enak menurut banyak mahasiswa. Kalau untuk Gongso Mbak Rosa, gongsonya adalah gongso yang masih paling ramah soal harga dari hari terakhir Saya makan di sana.

Terlepas dari dua tempat yang Saya sebutkan diatas, untuk kalian atau mahasiswa yang mencari kuantiti jumlah gongso. Maka bergeraklah ke Gongso Sadewa (karena gongso di sana turah-turah!) yang berada di sebarang Masjid Diponegoro, satu arah dengan GSG.

See you for next food!

#KangenSemarang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s